Rabu, 07 September 2016

Unsur-Unsur Sejarah

Unsur-unsur yang menjadi struktur bangunan informasi sejarah terdiri atas tifa hal yaitu manusia, ruang dan waktu. Berikut uraian lengkapnya.

Manusia

Manusia merupakan unsur utama sejarah, karena manusia merupakan aktor (pemeran) utama pentas sejarah. Dinamika apapun yang terjadi dipermukaan bumi ini sangat dipengaruhi oleh manusia dalam memainkan perannya sebagai unsur perubahan. Dalam konteks pemikiran idealistik, eksistensi sejarah juga sangat ditentukan oleh kebutuhan manusia untuk mencatat sejarahnya sendiri. Bilamana manusia tidak merasa perlu mencatat sejarah atau manusia tidak memandang sebuah peristiwa sebagai peristiwa sejarah sangat boleh jadi sejarah tertentu tidak pernah eksis.

Ruang

Sebagai sebuah unsur sejarah, ruang berperan sebagai tempat terjadinya peristiwa. Setiap peristiwa merupakan sebuah episode sejarah. Setiap episode sejarah pasti menempati lokasi tertentu sebagai pentas sejarah. Sekalipun hanya sebagai lokasi peristiwa, ruang sangat signifikan perannya sebagai penentu peristiwa bagi dari segi wujud, bentuk, intensitas maupun dampak dari suatu peristiwa.

Peristiwa pergantian pemimpin ditengah masyarakat yang telah memiliki kultur demokratis tentu berbeda dari peristiwa yang sama di tengah masyarakat yang lekat dengan kultur patriarkhis. Peristiwa belajar-mengajar di ruang kelas yang rapi, bersih, asri serta dilengkapi fasilitas yang memadai tentu berbeda bentuk, intensitas dan hasil pembelajarannya dibanding hal sama yang dilakukan dilingkungan bising, pegap, berdebu serta dengan peralatan terbatas.

Waktu

Sebagai unsur sejarah, waktu berperan sebagai momentum peristiwa. Bahkan pada awalnya peristiwa sejarah lebih menekankan waktu yaitu saat tertentu di masa lalu ketika suatu peristiwa terjadi. Peristiwa yang sama polanya sangat mungkin mengambil bentuk, wujud dan intensitas berbeda bilamana berlangsung di dalam kontinum waktu yang berbeda.

Dimasa lalu dapat dijumpai sebuah peristiwa tragis yang bahkan meningkat pada perang besar antara kerajaan majapahit dan pajajaran dikarenakan persoalan hadiah dari raja Pajajaran berupa seorang puteri untuk diperistri raja Majapahit. Hal yang sama tentu tidak akan terjadi dalam waktu yang berbeda, terutama bila dibandingkan dengan masa sekarang.

Seiring waktu yang terus berjalan, alasan yang dapat menimbulkan perang antar negara juga mengalami banyak perubahan. Posisi dan perlakuan masyarakat terhadap laum wanita juga mengalami perubahan seiring perubahan waktu.

Dalam bidang pendidikan, waktu juga banyak menentukan perubahan pola pembelajaran. Di masa lalu, ketika struktur budaya patriarkhi masih kuat, pembelajar atau siswa tidak ubahnya dengan peminta-minta yang sangat tergantung pada kebaikan hati guru sebagai pemberi. Berbeda halnya ketika waktu sudah tidak memberi ruang yang sama bagi pola serupa. Hubungan siswa dan guru bukan lagi dalam konteks pemberi dan penerima, melainkan dalam konteks hubungan pengelanan dan penunjuk jalan, atau bahkan antara customer dan penjual jasa. Bahkan sangat boleh jadi, pada suatu waktu kelak anak cucu kita tidak lagi mengenal sebagian besar kebiasaan yang selama ini menjadi bagian dari kebiasaan kita dalam belajar. Hal ini dikarenakan perbedaan waktu telah mengubaj selera dan kebutuhan mereka atas jenis-jenis ilmu pengetahuan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar